Jakarta – Nama Akif “King” Guluzada muncul sebagai salah satu wajah paling menarik dari generasi baru Muay Thai Azerbaijan. Lahir pada 17 Juni 2005, Guluzada memasuki dunia pertarungan ketika usianya masih sangat muda. Menurut ONE Championship, ia sudah aktif bertanding sejak masa kanak-kanak dan pada usia 15 tahun telah mulai menjalani pertandingan profesional. Sebelum menginjak usia 20 tahun, ia bahkan telah mengumpulkan lebih dari 200 pertandingan junior dan amatir. Pengalaman sebanyak itu membuatnya memiliki ketenangan yang tidak biasa untuk seorang petarung muda. Ia bukan pendatang baru yang belajar menghadapi tekanan setelah terkenal; tekanan justru sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak remaja.
Perjalanan tersebut akhirnya membawanya ke Thailand, pusat perkembangan Muay Thai dunia. Guluzada berlatih bersama Team Mehdi Zatout, di bawah bimbingan mantan petarung ONE Championship Mehdi Zatout. Di lingkungan tersebut, kemampuannya berkembang menjadi lebih lengkap. ONE menggambarkan Guluzada sebagai striker yang memiliki teknik matang, gerakan kaki cepat, serta kemampuan beradaptasi yang membuatnya sulit ditebak. Ia sendiri menyebut kecepatan dan tinju sebagai salah satu senjata utamanya dan menggambarkan dirinya sebagai petarung teknikal dengan footwork menyerupai seorang petinju.
Sebelum masuk ke ONE, Guluzada sudah menguji dirinya di sejumlah ajang di Thailand. Ia memenangkan pertarungan melawan Petchsamart Sitjayprim di Rajadamnern World Series pada Maret 2024. Ia juga tercatat pernah mengalami kekalahan angka dari Udomlek Nupranburi dalam ajang Venum Fight. Pengalaman tersebut penting karena memperlihatkan bahwa jalannya menuju panggung internasional tidak sepenuhnya mulus. Guluzada harus belajar dari kekalahan dan terus memperbaiki permainannya sebelum mendapatkan kesempatan tampil di ONE Championship.
Kesempatan itu datang melalui ONE Friday Fights. Guluzada membuat debutnya pada Juli 2024 menghadapi Haruto Yasumoto dan menang melalui keputusan. Ia kemudian mengalahkan Samingdam Looksuan melalui TKO ronde pertama pada November 2024. Momentum terbesar datang pada Januari 2025 ketika ia berhadapan dengan Puengluang Baanramba di ONE Friday Fights 94. Guluzada menghentikan lawannya dengan spinning back elbow pada ronde kedua. Kemenangan spektakuler tersebut membuatnya mendapatkan kontrak enam digit senilai US$100.000 dengan ONE Championship sekaligus tiket menuju roster utama promosi tersebut.
Masuk ke level utama, Guluzada tidak menunjukkan tanda-tanda gentar. Pada ONE Fight Night 31, ia menghadapi Sean Climaco dalam pertarungan Muay Thai flyweight dan memenangkan pertandingan melalui keputusan. Kemenangan itu menunjukkan bahwa kemampuannya bukan hanya mengandalkan KO. Ketika lawan mampu bertahan dari serangan eksplosifnya, Guluzada tetap dapat menggunakan kecepatan, kombinasi pukulan dan tendangan, serta pergerakan kaki untuk mengontrol pertandingan. Pada Oktober 2025, ia kembali menang angka atas Jaosuayai Mor Krungthepthonburi, sekaligus semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu prospek muda paling berbahaya di divisi flyweight.
Namun, perjalanan Guluzada di level elite kemudian mendapatkan ujian terbesar. Pada ONE Fight Night 44, 26 Juni 2026, ia berhadapan dengan Johan Estupiñan dalam laga Muay Thai. Kali ini Guluzada harus menerima kekalahan melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertamanya di ONE setelah sebelumnya mencatat lima kemenangan di promosi tersebut. Kekalahan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa persaingan di level tertinggi jauh lebih ketat dan setiap celah dapat dimanfaatkan oleh lawan. Meski demikian, kekalahan tersebut tidak menghapus reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan.
Yang membuat Guluzada menarik adalah perpaduan antara keberanian dan kecerdasan teknis. ONE menyebutnya memiliki gaya striking dengan tempo tinggi, kemampuan menciptakan serangan dari pukulan, tendangan, lutut hingga siku, serta insting penyelesaian yang kuat. Spinning elbow yang menghasilkan kontrak ONE menjadi contoh paling jelas dari kreativitasnya. Namun ia juga memiliki kemampuan untuk bertarung dengan lebih terukur. Footwork cepat membuatnya mampu masuk dan keluar dari jarak serang dengan cepat, sementara kombinasi pukulannya membuat lawan sulit membaca serangan berikutnya.
Mentalitas kompetitifnya juga terbentuk dari pengalaman sejak usia belia. Lebih dari 200 pertandingan junior dan amatir sebelum mencapai usia dewasa memberi Guluzada fondasi penting untuk menghadapi tekanan. Ia terbiasa bertanding melawan berbagai tipe lawan dan tidak terlihat mudah panik ketika strategi awal tidak berjalan sempurna. Di bawah arahan Mehdi Zatout, ia terus mengembangkan sisi teknis sekaligus mempertahankan karakter agresif yang membuat pertarungannya menarik. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa dirinya bukan hanya fenomena muda, tetapi mampu konsisten berada di antara petarung terbaik dunia.
Secara rekor, pencatatan perlu dibedakan berdasarkan ajang. Profil resmi ONE mencatat Guluzada memiliki 5 kemenangan dan 1 kekalahan dalam enam pertandingan di ONE Championship, dengan dua kemenangan KO/TKO dan tiga kemenangan keputusan. Database Muay Thai Records mencatat keseluruhan kariernya sebagai 6-2, sementara catatan tersebut juga memasukkan pertandingan di Rajadamnern World Series dan Venum Fight. Karena itu, angka 5-1 paling tepat digunakan ketika membicarakan rekor di ONE Championship, sedangkan 6-2 merupakan salah satu pencatatan rekor keseluruhan yang tersedia.
Kini, Guluzada menghadapi babak baru dalam kariernya. Pada 4 September 2026, ia dijadwalkan menghadapi veteran Thailand Ferrari Fairtex dalam pertandingan bantamweight kickboxing di The Inner Circle 29. Pertarungan tersebut berbeda dari kelas flyweight Muay Thai yang selama ini menjadi panggung utamanya, sekaligus memberikan ujian baru terhadap kemampuan striking-nya. Ferrari membawa pengalaman ratusan pertandingan, sementara Guluzada membawa kecepatan dan energi generasi baru. Bagi “King”, laga ini bukan sekadar kesempatan menambah kemenangan, melainkan kesempatan membuktikan bahwa seorang anak muda dari Azerbaijan telah benar-benar siap berdiri sejajar dengan nama-nama besar dunia bela diri.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda





