Jakarta – Rambong Sor Therapat adalah gambaran tentang bagaimana Muay Thai dapat menjadi jalan keluar dari kehidupan yang penuh keterbatasan. Petarung asal Thailand ini lahir dan tumbuh dalam keluarga yang bekerja sebagai petani kebun. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, keluarganya bahkan pernah harus meminta makanan kepada tetangga. Muay Thai kemudian menjadi bagian penting dalam hidup Rambong. Penghasilan dari bertarung tidak hanya digunakan untuk mengejar prestasi pribadi, tetapi juga membantunya membelikan rumah untuk keluarganya. Kini, pada usia 29 tahun, Rambong telah menjelma menjadi veteran dengan puluhan kemenangan dan pengalaman panjang di ring. ONE Championship mencatat tinggi badannya sekitar 160 cm dan basis latihannya di Rambong Muay Thai/LookSuan MuayThai Camp.

Karier Rambong di ONE Championship dimulai pada 2023 melalui ONE Friday Fights. Debutnya berlangsung di ONE Friday Fights 8 pada 10 Maret 2023 ketika menghadapi Petlampun Muadablampang dalam pertarungan Muay Thai catchweight 128 pound. Rambong tampil agresif sejak awal dan membuat lawannya terus berada dalam tekanan, tetapi Petlampun perlahan menemukan jarak dan timing. Pada ronde ketiga, Petlampun berhasil menangkap teep Rambong dan mengubahnya menjadi hook kanan yang menjatuhkan sang petarung Thailand. Wasit menghentikan pertandingan pada 1 menit 14 detik ronde ketiga. Kekalahan tersebut menjadi awal yang berat, tetapi tidak membuat Rambong mundur.

Setelah menjalani awal yang sulit, Rambong perlahan menemukan bentuk terbaiknya. ONE Championship mencatat bahwa setelah tiga penampilan pertamanya, ia memiliki rekor 1-2. Namun, situasinya berubah drastis ketika ia mulai membangun kemenangan demi kemenangan. Pada ONE Friday Fights 36, ia menghentikan Pansak Wor Wantawee melalui KO ronde kedua. Momentum tersebut berlanjut hingga 2024. Ia mengalahkan Jiduo Yibu melalui keputusan mutlak, kemudian menundukkan Petphupa Aekpujean lewat split decision pada ONE Friday Fights 59. Kemenangan atas Petphupa menjadi kemenangan ke-77 dalam kariernya. Beberapa bulan kemudian, ia kembali menang atas Muanglao Kiattongyot dan mencapai puncak performa ketika menghentikan Longern Sor Sommai melalui KO ronde pertama di ONE Friday Fights 77. Kemenangan itu merupakan kemenangan keenam beruntunnya di ONE dan kemenangan ke-79 sepanjang karier.

Kekuatan utama Rambong terletak pada gaya bertarung yang agresif dan tekanan konstan. Ia tidak banyak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengatur ritme. Dalam pertarungan melawan Pethuahin Jitmuangnon pada April 2026, misalnya, ia terus bergerak maju dengan kombinasi pukulan dan serangan ke tubuh. Ketika Pethuahin mencoba menggunakan clinch dan serangan jarak dekat, Rambong menjawab dengan lutut serta pukulan keras. Ia juga menunjukkan kemampuan bertahan dan bergerak keluar dari situasi sulit. Setelah sembilan menit pertarungan, Rambong dinyatakan menang melalui majority decision, sekaligus mencatat kemenangan ke-83 dalam karier dan kemenangan ke-10 di ONE Championship.

Namun, perjalanan menuju kemenangan ke-83 tersebut tidak selalu mulus. Setelah membangun tujuh kemenangan beruntun di ONE, Rambong mengalami dua kekalahan beruntun pada 2025. Pertama, ia dihentikan Suriyanlek Por Yenying melalui KO ronde kedua di ONE Friday Fights 115. Suriyanlek memanfaatkan momen ketika Rambong berada dekat tali dan mendaratkan pukulan kanan keras yang diikuti serangan berikutnya hingga wasit menghentikan laga pada menit 2:39. Beberapa bulan kemudian, Stephen “El Matador” Irvine mengalahkannya melalui KO ronde pertama dengan tendangan tinggi. Kekalahan dari Irvine bahkan membuat Rambong sangat terpukul karena pertandingan berakhir begitu cepat.

Justru dari titik terendah tersebut, sisi mental Rambong semakin terlihat. Dalam wawancara dengan ONE Championship, ia mengakui bahwa dua kekalahan berturut-turut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan mempertimbangkan untuk berhenti. Tetapi ia memilih kembali berlatih keras dan mengevaluasi kekurangannya. Rambong menyadari bahwa pukulannya perlu menjadi lebih bertenaga. Lebih penting lagi, ia memahami bahwa agresivitas saja tidak cukup untuk mempertahankan karier dalam jangka panjang. Ia ingin menggabungkan kekuatan dengan ring IQ, teknik dan kemampuan membaca pertandingan. Menurutnya, semakin bertambah usia, ia harus menggunakan otak untuk memecahkan permainan lawan, bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik.

Perubahan pendekatan itu terlihat dalam kebangkitannya pada 2026. Setelah dua kemenangan untuk mengembalikan momentum, Rambong menghadapi Sornsueknoi FA Group pada 12 Juni 2026 dan memburu kemenangan ke-84 dalam kariernya. Pertarungan tersebut menjadi simbol dari apa yang ia sebut sebagai “era baru Rambong”: tetap agresif, tetapi lebih cerdas dan teknis. Ia bahkan menggambarkan dirinya seperti meningkatkan kemampuan dari “4G” menjadi “5G”, dengan ring intelligence yang lebih baik. Pada akhirnya, kemenangan tersebut membuat catatan kariernya mencapai 84 kemenangan. Hingga 25 Agustus 2026, catatan ONE-nya berada di angka 11 kemenangan dan 4 kekalahan, sementara ia dijadwalkan kembali bertarung melawan Chartpayak Saksatoon pada 28 Agustus 2026 di ONE Friday Fights 168.

Rambong Sor Therapat pada akhirnya bukan hanya cerita tentang seorang petarung yang memiliki tangan keras dan gaya agresif. Perjalanannya lebih dalam dari itu. Dari keluarga yang pernah mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menjadikan Muay Thai sebagai jalan untuk mengubah kehidupan keluarganya. Dari kekalahan pada debut ONE, tujuh kemenangan beruntun, dua kekalahan yang mengguncang mental, hingga kebangkitan menuju kemenangan ke-84, Rambong memperlihatkan kualitas yang sering kali menentukan umur panjang seorang petarung: kemampuan untuk beradaptasi. Ia tetap membawa keberanian seorang brawler, tetapi kini berusaha menambahkan kecerdasan seorang teknisi. Dan mungkin, justru perpaduan itulah yang membuat perjalanan Rambong masih layak diperhatikan di panggung Muay Thai dunia.

(PR/timKB)

Sumber foto: google