Tubuh kita mungkin tahu ada sesuatu yang salah sebelum diri kita menyadarinya. Mendengarkan tubuh membutuhkan penyetelan pada pikiran, perasaan, dan perilaku kita selain memperhatikan gejala apa pun yang tidak biasa bagi diri kita.
Bagaimana mendengarkan tubuh? Scan diri kita sendiri. Bagaimana tingkat stres kita hari ini? Apakah ada rasa sakit di bagian tubuh? Mungkin jantung berdetak lebih cepat? Apakah kita bisa tidur nyenyak, atau apakah mengalami mimpi buruk? Atau kita menunda-nunda lapar karena sibuk? Apakah kita terlalu banyak mengkonsumsi gula? Dan lain-lain.
Mendengarkan tubuh artinya kita peduli dan mencintai diri kita sendiri. Menyadari bahwa sang tubuh butuh istirahat atau malah butuh bergerak, butuh asupan yang baik. Tubuh kita memberikan sinyal tertentu jika ternyata ada yang sakit. Misalnya rasa haus dan kantuk yang berlebihan, bisa menandakan adanya gejala diabetes. Atau buang air kecil yang kurang lancar. Atau yang sering disepelekan adalah sakit kepada, kesemutan dan pegal-pegal.
Kebutuhan dasar kita seperti makanan dan air dapat memainkan peran yang lebih besar daripada yang mungkin kita pikirkan. Dehidrasi dan kelaparan dapat menyebabkan iritabilitas, agresi, agitasi, kelelahan, dan detak jantung yang cepat. Tak heran jika gejala tersebut bisa membuat kita merasa kesal dan tidak nyaman tanpa disadari penyebabnya. Minumlah banyak air di siang hari dan makan makanan yang sehat dengan jadwal yang konsisten.
Kebutuhan dasar kita harus dipenuhi sebelum kita dapat memelihara pikiran, tubuh, dan jiwa secara keseluruhan.Karena pada dasarnya tubuh kita berkomunikasi dengan kita. Hanya saja kita sering lupa untuk menyadarinya dan mendengarkannya. Kita terlalu sibuk dengan apa yang diluar sana yang menjadi tugas kita, seperti pekerjaan kantor, mengurus anak, jadwal yang padat, dan lain-lain.
Tahu kapan harus memperlambat atau istirahat sepenuhnya. Apakah kita terlalu sakit untuk berolahraga atau merasa lelah dari sekolah atau pekerjaan? Yang artinya sudah waktunya istirahat saat kita melihat tanda-tanda ini. Pelajari apa batasan tubuh kita dan tetapkan batasan yang sesuai.
Apa yang mungkin dikatakan tubuh kepada kita, tergantung pada gejalanya. Tubuh kita mungkin mencoba menunjukkan kepada kita bahwa ada sesuatu yang salah. Jika ada gejala yang mengganggu, buatlah janji dengan dokter atau minta rujukan ke dokter spesialis untuk memeriksakannya lebih lanjut. Jika kita merasa dokter tidak mendengarkan kita, jangan takut untuk dengan hormat bersikeras melakukan tes atau bahkan mencari pendapat kedua dari seorang praktisi yang mungkin lebih memahami kekhawatiran kita.

Akan tetapi, terkadang kita memilih untuk tidak mengunjungi dokter. Kita berusaha untuk mengobatinya sendiri atau mencoba mencari tahu tentang apa yang sedang tubuh kita rasakan. Misalnya dengan mencoba mengobatinya dengan mengkonsumsi obat bebas, atau sekedar browsing mengenai gejala yang kita alami. Apapun keadaannya, alangkah baiknya jika kita diam sejenak dan tenang. Cobalah untuk berkomunikasi dan terhubung dengan sang tubuh. Menjadi tenang dengan napas yang teratur, bisa menjadi pertolongan pertama disaat kita kalut dengan keadaan kita.
Hadapi pemikiran negatif atau negative self-talk. Kenali jenis self-talk yang sering terlintas di pikiran kita. Apakah arahnya membesarkan hati, menenteramkan atau malah membuat kita lebih khawatir. Kita tahu, secara rasional, bahwa kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi dan berharga. Setiap kali harga diri kita memberi tahukan hal yang sebaliknya, sadari bahwa itu hanya pikiran yang berbicara dan bukan kenyataan. Ini akan membantu kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pikiran, tubuh, dan perasaan diri kita dan mengenali kapan pembicaraan diri yang negatif adalah tanda dari sesuatu yang tidak seimbang.
Selain kesehatan fisik, mendengarkan tubuh juga dapat membantu kita mengawasi kesehatan mental kita. Misalnya, jika kita mendapati bahwa kita harus menghadapi self-talk negatif, ini bisa menjadi tanda bahwa kita mengalami peningkatan kecemasan atau depresi. Kecemasan dan stres dapat menghasilkan banyak sekali gejala, mulai dari pikiran yang berpacu, hingga mimpi buruk juga mata berkedut, dan tanda-tanda ini dapat menunjukkan bahwa kitaperlu melambat. Diri kita tidak dirancang untuk beroperasi dengan kecepatan penuh setiap saat, jadi dengarkan tubuh kita saat meminta istirahat.
Saat kita menjadi sangat sadar akan hal-hal yang dilakukan tubuh, setiap kedutan, sakit, dan gatal, kita mungkin mulai membaca setiap gejala. Dan hal ini bisa hanya akan memperburuk kecemasan kesehatan, dan mungkin membuat kita merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Mendengarkan tubuh berarti menyadari secara sadar bagaimana perasaan kita biasanya dan ketika segala sesuatunya terasa berbeda. Dan hal tersebut tidak berarti untuk memanggil dokter setiap kali kita merasa sedikit tidak enak badan.
Penting juga untuk diingat bahwa, sementara beberapa sinyal dari tubuh bisa menjadi gejala dari masalah yang lebih besar, itu juga bisa menjadi efek samping dari kondisi manusia. Kelelahan, misalnya, bisa menjadi gejala sejumlah penyakit autoimun, itu juga bisa menjadi gejala dehidrasi dan kurang tidur. Ketika kita melihat gejala yang terasa aneh, periksa diri kita dan lakukan pemindaian tubuh cepat untuk mengetahui apakah kita sudah cukup makan, minum cukup air, atau mengalami hari yang sangat menegangkan di tempat kerja karena hal-hal seperti ini bisa menjadi penyebab beberapa gejala.
Kesimpulannya adalah, sebagaimana kita mencintai pasangan kita atau anak kita, kita wajib mencintai diri kita sendiri dalam wujud tubuh kita. Mendengarkannya dan berlaku kasih kepadanya. Karena keberadaannya lah kita bisa melakukan segala pekerjaan dan aktivitas kita.
(DK-TimKB)
Sumber Foto : Eat This, Not That





